Program ROOTS akan menyampaikan beberapa keterampilan yang kami sebut dengan ROOTs Softskill, yaitu: Bersikap Asesrtif (Assesrtiveness); 6 Topi Berpikir (The 6 Thinking Hats); Penyelesaian Konflik (Conflict Resolution); Penyelesaian Masalah secara Kreatif (Creative Problem Solving) dan Mendengarkan secara Aktif (Active Listening).

Selain ROOTs Softskill, Program ROOTs menyelenggarakan FIRST Edu Workshop. Pada workshop ini, kami memperkenalkan FIRST Edu Framework yakni pendekatan fasilitasi atau teknik pengajaran berbasis penelitian, berdasarkan penelitian ekstensif dalam Psikologi Pendidikan, Neuropsikologi, Psikologi Kognitif, dan Ilmu Desain Pemikiran yang bertujuan untuk memberikan pengalaman Active Deep Learner Experience (ADLX) dan mengubah proses pembelajaran dari yang berpusat pada guru (Teacher Centric) menjadi berpusat kepada siswa (Learner Centric).

Menciptakan  struktur dan proses yang mendorong kreativitas  serta inovasi di antara kepala sekolah, guru dan  siswa agar sekolah dapat berubah menjadi  ‘Centers of Excellence​’ merupakan hal penting yang perlu diwujudkan untuk memperoleh hasil pendidikan yang berkualitas. Hal ini menuntut total  pergeseran peran kepemimpinan yang  melampaui tanggung jawab administratif dan  manajerial terhadap praktik proaktif untuk  transformasi sekolah.

Program EduLEAD merupakan program yang diinisiasi, didesain dan difokuskan melatih manajemen sekolah untuk memahami konsep kepemimpinan sekolah abad 21. Materi yang diberikan meliputi bagaimana proses pengajaran  dan pembelajaran yang efektif dan bagaimana  pemimpin yang efektif memonitor dan  mengembangkan staf serta memimpin perbaikan sekolah dan mengelola perubahan.

Pada program ini, partisipan akan dilatih menjadi master trainer EduLEAD bersertifikat untuk negara asal partisipan. Saat ini program EduLEAD memiliki 34 partisipan terpilih dari sistem seleksi yang dilakukan oleh RITE Indonesia dan siap menjadi Master Trainer. 34 Partisipan berasal dari berbagai propinsi di Indonesia diantaranya: Aceh, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jakarta, dan Jawa Barat.

Program Catademia merupakan gabungan dari Program Catalyst dan Academia. Program ini dikhususkan bagi pengelola perguruan tinggi dan dosen. Program Catalyst bertujuan untuk memberikan  pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan oleh para pengelola perguruan tinggi dalam  menghadapi perubahan.

Program Academia bertujuan akan memperkuat  kapasitas dosen dalam pengajaran dan penelitian  melalui metode pengajaran yang berpusat pada  mahasiswa. Juga akan diperkenalkan perubahan  yang lebih penting yang ditunjukkan oleh  penelitian yang akan membentuk universitas  dalam lima sampai sepuluh tahun mendatang.  Program ini juga akan melatih dosen untuk  mengambil peran kepemimpinan dalam  mempromosikan perubahan yang akan  membuat universitas berperan lebih langsung  dalam masyarakat di mana mereka didirikan.

 
 

NAMA Integrated Center for Excellence (NICE Indonesia) berdiri sebagai sebuah institusi social enterprise yang bergerak untuk peningkatan kapasitas dalam bidang pendidikan dan third sector. Misi NICE adalah untuk memperkuat masyarakat dan organisasi melalui pengembangan kapasitas dalam pengelolaan dana, penciptaan program yang berdampak kuat, serta layanan pengembangan manusia untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Salah satu program NICE Indonesia untuk peningkatan kapasitas third sector yakni Program SUSTAIN.

Bagi sebagian besar organisasi sektor ketiga (​third-sector​), kelayakan dan keberlanjutan finansial adalah hal yang amat penting. Namun, kebanyakan organisasi sektor ketiga yang baru berdiri biasanya tidak merasa yakin bahwa arus finansial mereka terjamin. Beberapa ketidakpastian tentang pendapatan masa depan tidak bisa dihindari. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk memberdayakan organisasi sektor ketiga dengan pengetahuan dan alat untuk membangun keberlanjutan keuangan di dalam organisasi.  Dalam program ini, partisipan akan memahami nilai, peran dan kontribusi-konsultan untuk memberdayakan keberlanjutan keuangan organisasi masyarakat sipil di negara mereka serta memahami proses inti dari  konsultasi keberlanjutan keuangan, praktik  terbaik dan kualitas dari keberlanjutan keuangan  yang stabil dan terjamin.

NAMA Integrated Center for Excellence (NICE Indonesia) berdiri sebagai sebuah institusi social enterprise yang bergerak untuk peningkatan kapasitas dalam bidang pendidikan dan third sector. Misi NICE adalah untuk memperkuat masyarakat dan organisasi melalui pengembangan kapasitas dalam pengelolaan dana, penciptaan program yang berdampak kuat, serta layanan pengembangan manusia untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Salah satu program NICE Indonesia untuk peningkatan kapasitas third sector yakni Program PRIME.

NAMA Integrated Center for Excellence (NICE Indonesia) berdiri sebagai sebuah institusi social enterprise yang bergerak untuk peningkatan kapasitas dalam bidang pendidikan dan third sector. Misi NICE adalah untuk memperkuat masyarakat dan organisasi melalui pengembangan kapasitas dalam pengelolaan dana, penciptaan program yang berdampak kuat, serta layanan pengembangan manusia untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik.

Salah satu program NICE Indonesia untuk peningkatan kapasitas third sector yakni Program Count Me In (CMI). Program ini difokuskan untuk menjawab tantangan organisasi masyarakat sipil atau Lembaga swadaya masyarakat dalam mengelola relawannya. Materi yang akan diberikan melalui program ini yakni  tentang  pengelolaan relawan berdasarkan teori dan  praktik terbaik, mengatasi hambatan dan membangun kesolidan tim relawan yang kuat,  serta mempelajari strategi untuk merencanakan,  mengembangkan, mengevaluasi dan menjalin  hubungan untuk melibatkan semua pihak yang  berkepentingan.

NAMA Integrated Center for Excellence (NICE Indonesia) berdiri sebagai sebuah institusi social enterprise yang bergerak untuk peningkatan kapasitas dalam bidang pendidikan dan third sector. Misi NICE adalah untuk memperkuat masyarakat dan organisasi melalui pengembangan kapasitas dalam pengelolaan dana, penciptaan program yang berdampak kuat, serta layanan pengembangan manusia untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Salah satu program NICE Indonesia untuk peningkatan kapasitas third sector yakni Program C4C.

Program ini dibuat dengan tujuan untuk  mengembangkan konsultan organisasi sektor  ketiga dalam hal manajemen pengelolaan  anggota, tim, volunteer, dan mitra eksternal.  Dalam program ini, partisipan akan dilatih untuk menjadi konsultan lokal dengan nilai yang  dibutuhkan bagi organisasi masyarakat sipil serta  lembaga swadaya masyarakat dalam perannya  untuk turut serta dalam pembangunan. Program  ini juga meningkatkan keterampilan profesional  inti dan kompetensi sebagai konsultan untuk  memberikan hasil yang berkualitas serta  memberdayakan konsultan lokal untuk  memahami kinerja organisasi dan mengawal  organisasi untuk menghadapi berbagai  perubahan. Lulusan program ini akan menjadi  master trainer konsultan bersertifikat program  C4C (​Consultant for Change​)